Sunday, December 21, 2014

Benteng Kaca Yang Rapuh

Beberapa waktu lalu jalan" di mall pas memasuki area pecah belah terdapat tulisan "Pecah Berarti Membeli" wah reflek aja jalan jadi lebih hati" sambil melihat barang" pecah belah yang dipajang di kiri kanan.

Segala sesuatu yang rapuh memang membutuhkan perlindungan dan penjagaan yang ekstra, semakin rapuh pasti akan dijaga semakin ekstra bahkan terkadang dengan cara yang galak dan berlebihan.

 Gak tau kenapa malah jadi kepikiran juga soal iman seseorang.

Siapapun orang yang mengaku memiliki iman, pasti mendasarkan iman mereka terhadap ajaran" dogma doktrin dari dalam kitab sucinya. Lalu apa hubungannya ajaran" yang di imani dengan barang pecah belah yang rapuh dan wajib di jaga?
Ya karena iman akan pengajaran yang di imani seseorang tidak jauh beda dengan barang" pajangan tadi Semakin kuat pengajaran yang di imani oleh penganutnya akan membuat para penganutnya semakin percaya diri, serangan" terhadap ajaran yang mereka imani tidak akan membuat mereka bergeming, tidak akan menyinggung harga diri mereka tidak akan mereka takut akan membuat akidah keyakinan iman mereka akan runtuh, dan tidak akan membuat mereka berfikir untuk mengangkat senjata membela akidah iman mereka.
Ibarat orang yang berlindung di dalam sebuah benteng yang sangat kuat, segala bentuk serangan terhadap benteng itu tidak akan membuat mereka kuatir dan cemas sedikitpun.
Sebaliknya... Semakin rapuh ajaran yang di imani oleh penganutnya, maka secara otomatis para penganutnya akan menjaganya dengan cara yang super ekstra dan ketat, seperti orang" yang berlindung di dalam benteng kaca yang rapuh, gerakan sedikitpun dari luar benteng wajib di curigai karena bisa berbahaya bagi benteng yang rapuh, serangan" terhadap benteng harus di cegah secepat mungkin, karena sekecil apapun serangan dapat berakibat fatal bagi benteng kaca yang rapuh itu, karena itu orang" yang berada dalam benteng kaca ini mereka harus keluar berbaris merapat menjadi pagar pelindung bagi benteng kaca itu.

Selamanya dalam hidup akan selalu ada orang yang tidak sepaham dan berbeda dengan kita, begitu juga dalam hal iman dan percaya akan selalu ada orang yang tidak seiman bahkan orang" yang mempertanyakan bahkan menyerang iman percaya kita.
Reaksi kita itulah yang meng-indikasikan apakah kita berlindung dalam benteng iman pengajaran yang kuat atau malah kita menjadi pelindung bagi benteng kaca yang rapuh.
Kalau ada orang mengkritik pengajaran iman kita lalu kita menjawab dengan baik dan tidak menjadi benci kepada mereka yang mengkritik baik apakah itu kritikan kecil atau kritikan super pedas yang terkadang lebih cenderung berbau dan bernada hujatan, maka kita berada dalam benteng pengajaran yang kuat.
Pengajaran yang memiliki dasar yang kuat tidak akan pernah memerintahkan umatnya untuk turun tangan membelanya. Kalaupun ada yang harus dijawab sebagai jawaban atas serangan dan kritikan iman pastilah hanya sebatas dialog.
Ini adalah ciri dari orang yang beriman atas pengajaran yang memiliki dasar yang kuat. Sebaliknya orang" dari benteng kaca yang rapuh, mereka akan di ajarkan untuk sekuat tenaga melindungi benteng kaca pengajaran mereka yang rapuh, mereka diajarkan untuk membungkam semua kritik dengan cara apapun, bahkan kalau perlu tidak boleh ada kritik atau serangan dalam bentuk apapun atas dasar iman mereka. Saat ada perbedaan pendapat, mereka akan menganggap orang yang berbeda pendapat itu sebagai musuh, para pembenci yang harus segera di bungkam.

Semakin pintar dan bijaksana seseorang dia akan menjadi orang yang lebih punya pengertian dan tidak gampang tersinggung ataupun marah. Tapi seseorang yang makin bodoh mereka akan makin mudah tersinggung dan gampang marah. Sekuat dan seyakin apa kita percaya ajaran yang kita imani sebagai sesuatu yang benar, semua terlihat dari reaksi kita menghadapi orang yang tidak sepaham atau seiman dengan kita.

Selamat mempersiapkan Natal teman dan saudara"ku..

No comments:

Post a Comment